penyalahgunaan Narkoba

Abstrak
Majesta skholestiko , 54412395
Obat-obatan terlarang atau narkoba menjadi topik hangat beberapa hari ini.Pengguakanya sudah semakin meluas termasuk anak-anak remaja. Tidak ada cara yang mampu untuk menghindari kencanduan barang terlarang itu kecuali dari diri sendiri. Tumbuh kembang remaja pada zaman sekarang sudah tidak bisa lagi dibanggakan. Perilaku kenakalan remaja saat ini sulit diatasi. Baru-baru ini sering kita dengar berita ditelevisi maupun di radio yang disebabkan oleh kenakalan remaja diantaranya kebiasaan merokok, tawuran , pemerkosaan yang dilakukan oleh pelajar SMA , pemakain narkoba dan lain-lain.
Bab1 Pendahuluan
1. Latar Belakang
Di kalangan remaja, sangat banyak kasus tentang penyalahgunaan narkoba. Berdasarkan hasil survei Badan Narkoba Nasional (BNN) Tahun 2005 terhadap 13.710 responden di kalangan pelajar dan mahasiswa menunjukkan penyalahgunaan narkoba usia termuda 7 tahun dan rata-rata pada usia 10 tahun. Survai dari BNN ini memperkuat hasil penelitian Prof. Dr. Dadang Hawari pada tahun 1991 yang menyatakan bahwa 97% pemakai narkoba yang ada selama tahun 2005, 28% pelakunya adalah remaja usia 17-24 tahun.
Hasil survei membuktikan bahwa mereka yang beresiko terjerumus dalam masalah narkoba adalah anak yang terlahir dari keluarga yang memiliki sejarah kekerasan dalam rumah tangga, dibesarkan dari keluarga yang broken home atau memiliki masalah perceraian, sedang stres atau depresi, memiliki pribadi yang tidak stabil atau mudah terpengaruh, merasa tidak memiliki teman atau salah dalam pergaulan. Dengan alasan tadi maka perlu pembekalan bagi para orang tua agar mereka dapat turut serta mencegah anaknya terlibat penyalahgunaan narkoba.Kehidupan remaja pada masa kini mulai memprihatinkan.
Dalam kurun waktu dua dasa warsa terakhir ini Indonesia telah menjadi salah satu negara yang dijadikan pasar utama dari jaringan sindikat peredaran narkotika yang berdimensi internasional untuk tujuan-tujuan komersial.3 Untuk jaringan peredaran narkotika di negara-negara Asia, Indonesia diperhitungakan sebagai pasar (market-state) yang paling prospektif secara komersial bagi sindikat internasioanl yang beroperasi di negara-negara sedang berkembang.
Remaja yang seharusnya menjadi kader-kader penerus bangsa kini tidak bisa lagi menjadi jaminan untuk kemajuan Bangsa dan Negara. Bahkan perilaku mereka cenderung merosot.melihat latar belakang diatas maka kami mengangkat judul Makalah Kenakalan remaja ( tentang Narkoba ) yang terfokus pada pengetahuan tentang narkoba dan akibatnyan bagi remaja.

2. Perumusan masalah
Masalah yang akan dibahas pada karya tulis ini adalah:
1. Apa Pengertian atau definisi Narkoba?
2. Apa saja jenis-jenis narkoba itu?
3. Apa dampak atau bahaya narkoba terhadap remaja?
4. Bagaimana pencegahan penyebaran narkoba dikalangan remaja?
3. Pembahasan

Narkoba, baik dalam bentuk apapun, bisa membawa perubahan fisik maupun psikologis. Obat-obatan ini dapat mempengaruhi sistem saraf pusat, bahkan pada otak, dimana dapat mengubah cara pikir, berperilaku dan perasaan seseorang.
Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN),jumlah kasus penyalahgunaan Narkoba di Indonesia dari tahun 1998 – 2003 adalah 20.301 orang, di mana 70% diantaranya berusia antara 15 -19 tahun
Definisi Narkoba
Narkoba (singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif berbahaya lainnya) adalah bahan/zat yang jika dimasukan dalam tubuh manusia, baik secara oral/diminum, dihirup, maupun disuntikan, dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang. Narkoba dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi ) fisik dan psikologis. Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan , Sasaran dari penyebaran narkoba ini adalah kaum muda atau remaja. Kalau dirata-ratakan, usia sasaran narkoba ini adalah usia pelajar, yaitu berkisar umur 11 sampai 24 tahun. Hal tersebut mengindikasikan bahwa bahaya narkoba sewaktu-waktu dapat mengincar anak didik kita kapan saja.
Ketergantungan obat dapat diartikan sebagai keadaan yang mendorong seseorang untuk mengonsumsi obat-obat terlarang secara berulang-ulang atau berkesinambungan. Apabila tidak melakukannya dia merasa ketagihan (sakau) yang mengakibatkan perasaan tidak nyaman bahkan perasaan sakit yang sangat pada tubuh (Yusuf, 2004: 34).

Berikut ini tiga jenis narkoba paling populer digunakan di masyarakat dan efeknya pada kesehatan.

1. Sabu-sabu (bentuk serbuk)

Methamphetamine atau lebih dikenal dengan sabu-sabu dengan cepat masuk ke otak dan merangsang produksi hormon norepinefrin, dopamin dan serotonin. Akibatnya, penggunanya merasakan euforia kebahagiaan, merasa ‘hidup’, meningkatkan konsentrasi, energik hingga lebih percaya diri. Inilah pemicu mengapa sabu sangat adiktif.

Sabu-sabu yang biasanya dipakai dengan mengenduskan bubuk ke hidung, menggosokkan pada gigi atau merokok dapat menyebabkan sesak nafas, peningkatan detak jantung dan suhu tubuh, pelebaran pupil mata dan tidak nafsu makan.

Pemakaian sabu-sabu dalam jumlah besar (terutama dalam waktu singkat) dapat menyebabkan mudah panik, parno-an dan kelelahan ektrim. Bahkan efek fisik lebih sangat berbahaya karena bisa menyebabkan masalah di jantung, seperti irama detak jantung abnormal dan serangan jantung.

2. Ekstasi (bentuk pil)

Para pengguna ekstasi mengaku ekstasi memberikan rasa bahagia, empati dan kesenangan. Karena sifatnya obat stimulan, bila digunakan di klub malam bisa membuat penggunanya mampu tahan lama untuk terus menari.Ekstasi bisa memberikan efek merugikan seperti mual, menggigil, berkeringat, kram otot, cemas, depresi hingga penglihatan menjadi kabur. Bagi pengguna yang memakainya hingga overdosis, bisa menyebabkan tekanan darah tinggi, dehidrasi, pingsan, serangan panik, kehilangan kesadaran hingga kejang-kejang. Dalam kasus ekstrim, ekstasi bisa menyebabkan hipertemia (kenaikan suhu tubuh) yang memicu gagal ginjal. Ekstasi juga dengan cepat diserap dalam aliran darah dan dapat menganggu kemampuan tubuh untuk memetabolisme, sehingga timbul masalah gagal jantung.

3. Ganja (bentuk daun kering)

Menurut laporan PBB tentang penggunaan obat-obatan terlarang, ganja menduduki posisi paling banyak diproduksi, diperdagangkan dan dikonsumsi di seluruh dunia pada tahun 2010. Diperkirakan sekitar empat juta dari populasi orang dewasa di dunia menggunakan ganja setiap tahunnya.

Produk psikoaktif dari tanaman Cannabis sativa ini memberikan efek dalam hitungan detik setelah pemakaian. Asap rokok ganja dapat menyebabkan efek medis jangka pendek, seperti detak jantung cepat, menurunkan tekanan darah, marah merah, pusing, mulut kering, hingga sesak nafas. Bahkan efek psikologis, seperti perubahan mood, grogi, pelupa, mudah cemas hingga cepat parno.

Ganja memiliki lebih dari 400 bahan kimia dengan dua bahan aktif paling kuat, yaitu THC dan CDC. Pria yang menggunakan ganja cenderung mengalami penurunan kuantitas testosteron dan sperma. Sedangkan wanita berisiko mengalami gangguan siklus kesuburan, sehingga sulit hamil.
PENUTUP
4. KESIMPULAN
Kebiasaan menggunakan narkoba di kalangan remaja amat membahayakan baik ditinjau dari segi pendidikan maupun kesehatan serta sosial ekonomi. Dipandang dari segi pendidikan sudah jelas bahwa hal ini akan mengganggu pelajarannya, sedangkan dari segi kesehatan akibat kebiasaan menggunakan narkoba akan menyebabkan berbagai penyakit. Melalui sikap kepedulian, pencegahan berbagai tindak kriminal, kenakalan remaja, keamanan, kedamaian, keharmonisan, akan mudah diciptakan. Dengan sikap kepedulian ini, maka motto bahwa, ”Pencegahan lebih baik dari mengobati”, akan benar-benar terbukti dalam kasus pemakaian obat-obat terlarang.
Pada tahap awal kehidupan manusia agen sosialisasi pertama adalah keluarga. Oleh karena itu, orang tua merupakan orang penting (significant other) dalam sosialisasi. Guna mencegah terjerumusnya para penerus bangsa tersebut ke dunia Narkoba, maka campur tangan dan tanggung jawab orang tua memegang peranan penting di sini. Karena baik atau buruknya perilaku anak sangat bergantung bagaimana orang tua menjadi teladan bagi putra-putrinya
5. Saran
Jangan pernah mencobanya, walaupun untuk iseng atau untuk alasan lain, kecuali perintah dokter/alasan medis. Kuatkan iman, mantapkan pribadi, pakailah rasio (pemikiran, pertimbangan) lebih banyak dari pada emosi,Jangan menghindar dari problem, tetapi hadapi dan atasi persoalan sampai tuntas, bila tak mampu konsultasi pada ahli
Pilih kegiatan yang sehat, tak merugikan diri sendiri ataupun orang lain, ikutilah klub olah raga, organisasi sosial. Lakukan hobi bersama teman dan keluarga.Selalu berusaha menjadi pribadi yang baik, bertindak positif, bertanggungjawab, jadilah figure/sosok yang diteladani.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s